Jumat, 27 Januari 2012

PEMBERIAN ASI SAAT IBU BEKERJA


ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih, kecuali obat, vitamin, mineral, dan ASI yang diperah (Menurut WHO).
Bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki resiko 6 kali lipat meninggal pada tahun pertama kehidupannya.

Komposisi ASI :
  1. Antibody
  2. Hormon
  3. Antivirus
  4. Antialergi
  5. Antiparasit
  6. Faktor pertumbuhan
  7. Enzim
  8. Mineral
  9. Vitamin
  10. Lemak
  11. DHA/ ARA
  12. Karbohidrat
  13. Protein
  14. Air
Komposisi susu formula :
  1. Mineral
  2. Vitamin
  3. Lemak
  4. DHA/ ARA
  5. Karbohidrat
  6. Protein
  7. Air
Pemberian ASI dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Secara langsung, yaitu dengan menyusui bayi
2. Secara tidak langsung, dengan cara memerah ASI, lalu ASI perahan ini yang akan diberikan kepada bayi
Manfaat memerah ASI :
1. Tetap dapat memberikan ASI eksklusif saat bekerja
2. Mempertahankan produksi ASI dengan pengosongan payudara
3. Mencegah puting dan areola menjadi terlalu kering atau lecet
4. Mengurangi kepenuhan agar bayi dapat melekat dengan baik
5. Mengurangi payudara bengkak

Cara Memerah Asi Menggunakan Tangan :
1. Mencuci tangan sebelum memerah ASI
2. Duduk atau berdiri dengan rileks dan nyaman
3. Pegang wadah bersih dekat ke payudara
4. Letakkan ibu jari di atas puting dan areola dan jari telunjuk pada bagian bawah puting dan areola bersamaan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara
5. Tekan ibu jari dan jari telunjuk ke arah dada, jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu
6. Tekan sampai teraba pada sinus laktiferus, tempat tampungan ASI di bawah areola
7. Tekan dan lepas. Kalau sakit berarti tekniknya salah. ASI akan mengalir bila refleks oksitosinnya aktif. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali ASI akan keluar
8. Tekan dengan cara sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerahnya dari semua segmen payudara
9. Hindari mengelus jari pada kulit payudara tetapi sebaiknya seperti menggelinding
10. Hindari memencet puting karena hal ini akan menimbulkan perlukaan pada puting payudara
11. Perah ASI selama 20-30 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian
Batas waktu penyimpanan ASI perah :
· Pada suhu kamar (kurang lebih 19-25derajat C) selama kurang lebih 6 – 8 jam
· Di dalam lemari pendingin (suhu 4 derajat C) selama 24-48 jam
· Di dalam lemari pembeku (suhu -4 derajat C) dapat bertahan 2 minggu – 4 bulan.
· Di dalam deep freezer (-18 derajat C) ASI dapat tahan sampai 6 bulan
· Untuk kolostrum bisa sampai 12 jam hanya pada suhu kamar

Perlu diperhatikan bahwa suhu tempat penyimpanan harus stabil, ASI yang disimpan dalam lemari pendingin atau pembeku tidak boleh ditaruh di dekat pintu. ASI perah disimpan dalam wadah atau botol steril. Sebaiknya botol tersebut terbuat dari kaca botol diberi tanggal atau label,kapan ASI diperah
Cara Pemberian ASI Perah :
1. Lidah bayi berada di atas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari dalam cangkir (dapat menggunakan sendok).
2. Orang yang memberi minum bayi duduk dengan memangku bayi
3. Memegang punggung bayi dengan lengan.
4. Meletakkan cangkir atau sendok pada bibir bawah bayi.
5. Berikan sedikit waktu istirahat setiap kali bayi menelan
Tips menyusui bagi ibu bekerja :
Susui bayi seperti biasa, tinggalkan ASI yang sudah diperas untuk persediaan di rumah.
Perah ASI di tempat kerja setiap 3-4 jam sekali secara teratur agar produksi ASI tetap terjaga.
Pilih tempat yang tenang dan nyaman untuk memerah ASI.
Menggunakan peralatan yang bersih dan steril.
ASI dapat disimpan di lemari pendingin atau lemari pembeku/ freezer.
Pada saat ibu bekerja, ASI perah dapat diberikan pada bayi dengan cangkir atau sendok.
Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin menyusui bayi.
Mempraktekkan keterampilan memerah ASI dan merubah jadwal menyusui sejak satu bulan sebelum bekerja.
Selalu minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama masa menyusui bayi.

Template by:

Free Blog Templates