Kamis, 05 Januari 2012

PIJAT BAYI, BOLEH ATAU TIDAK?



           Pijat bayi merupakan terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal manusia, yang juga merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dipraktikkan sejak berabad-abad silam. Seni pijat untuk pengobatan sudah tercatat di Papyrus Ebers, yaitu catatan kedokteran zaman Mesir Kuno. Di India sekitar tahun 1800 SM, seni pijat bayi ini telah ada dan dicatat dalam buku Ayur Veda. Demikian pula di Cina, sejak zaman Dinasti Tang pijat bayi diyakini dapat memberi pengaruh yang positif pada tubuh manusia. Ilmu kesehatan modern juga telah membuktikan bahwa terapi sentuhan dan pijat pada bayi dapat mempengaruhi kenaikan berat badan bayi sebesar 9,44%. Hebatnya lagi, bayi-bayi prematur yang setiap harinya diberikan pijatan selama 15 menit akan tumbuh dan mengalami kenaikan berat badan 47% lebih cepat daripada mereka yang tidak dipijat.
            Di Indonesia, pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang peranannya oleh dukun bayi. Padahal apabila bayi ini dipijat sendiri oleh orang tuanya akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada bayi dipijat oleh dukun, karena akan timbul hubungan emosional, tercipta kasih sayang, dan ikatan batin yang sehat (secure attachment) antara bayi dan orang tua, terutama dalam usia 3 tahun pertama yang akan menentukan perkembangan kepribadian anak selanjutnya. Sedangkan pijatan yang paling bermanfaat adalah ketika bayi berumur enam atau tujuh bulan. Pemijatan bisa dilakukan dua kali sehari, yang penting dalam suasana nyaman. Ini merupakan bagian dari parenting, bukan pengobatan.
            Pijat pada bayi dilakukan tidak seperti pijat untuk orang dewasa, tetapi lebih banyak menekankan pada sentuhan (stimulus touch). Pemijatan yang dilakukan secara benar tidak hanya bermanfaat untuk bayi sehat saja, tapi juga bagi bayi yang sakit atau kurang sehat. Bahkan, bayi prematur pun perlu dipijat. Karena pijat bayi ini memiliki banyak sekali manfaat, antara lain meningkatkan berat badan bayi, mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan produksi ASI, memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi kembung, dan mencegah depresi pada bayi.
            Paradigma bahwa pijat bayi adalah perawatan spa gaya baru untuk bayi-bayi bagi keluarga kaya harus segera ditepis, dan pijat bayi ini hendaknya dilakukan oleh keluarga yang mempunyai bayi dari berbagai kelas. Secara tidak sadar, kita telah melakukan pijatan pada bayi seusai memandikan, yakni ketika mengolesi tubuh si kecil dengan minyak telon. Sentuhan-sentuhan itu merupakan hal yang disukai karena memberikan rasa nyaman bagi bayi. Secara ilmiah, pijatan memberi stimulus pada hormon di dalam tubuh yang mengatur fungsi-fungsi seperti nafsu makan, tidur, ingatan dan belajar, pengaturan temperatur tubuh, mood, perilaku, pembuluh darah, pertumbuhan, dan depresi.
            Layaknya makanan yang baik untuk bayi, pijat bayi sama pentingnya dengan vitamin dan mineral. Di Jawa sering kita mengenal adanya dukun pijat bayi yang memiliki keahlian memijat bayi. Seorang dukun pijat bayi yang penulis temui memberikan keterangan yang sama terhadap manfaat pijatan pada bayi. Beliau pun memberikan nasehat kepada penulis agar tidak perlu khawatir melakukan kesalahan fatal dalam memijat bayi. Yang perlu diingat adalah tubuhnya yang kecil dan tulangnya yang masih lunak sehingga ketika Anda memberikan pijatan kepada bayi, kelembutan gerakan tangan merupakan kunci sukses.

Template by:

Free Blog Templates