Rabu, 08 Februari 2012

SEJARAH BIDAN - KEBIDANAN


l  PENGERTIAN BIDAN.
Bidan merupakan teman baik para wanita dalam mempersiapkan perawatan kesehatan, terlabat dalam suatu evaluasi ulang yang dinamis terhadap kebutuhan kesehatan unik wanita.
Bidan merupakan sebuah profesi yang lahir dari visi seorang wanita, terpelihara dalam pemahaman tentang fase-fase perkembangan wanita, dan berkomitmen memastikan wanita di berbagai populasi bahwa merupakan haknya untuk menjadi bagian dalam perawatan unik ini.
Semua keyakinan ini telah diterapkan secara praktis sepanjang sejarah perawat-kebidanan di Amerika Serikat. Melalui Asosiasi Pusat Maternitas di Kota New York, pada tahun 1930-an perawat-bidan aktif menyelenggarakan perawatan prenatal dan menjadi ujung tombak gerakan awal pada tahun 1940-an yang berhubungan dengan perawatan matenitas berpusat-keluarga, persalinan alami, persiapan persalinan dan menjadi orang tua,perlibatan ayah atau orang terdekat lain dalam persalinan  di rumah sakit dan kamar bersalin, serta rawat-gabung.

l  RIWAYAT AWAL.      
Riwayat bidan di Amerika Serikat dimulai dengan masuknya kolonial di Dunia baru. Bidan berada di antara wanita pertama yang tinggal di dalam koloni-koloni. Kendati secara pasti bidan telah ada di tengah-tengah orang Amerika Serikat Asli, sejarahnya belum dikeneli dan diteliti secara umum.
Selama abad ke-19, para wanita perintis menempuh perjalanan melewati dataran luas dengan mengendarai WAGON tertutup, mengikuti jalur oregon dan sante fe. Mereka kemudian menetap di Bagian barat dan di berbagai tempat melahirkan anak dengan bantuan wanita lain yang berfungsi sbagai bidan dalam situasi tersebut. Sejarah hormon mencatat peran terhormat dan fungsi kepahlawanan bidan selama perjalanan mereka dari Illanois ke Utah pada tahun 1846 dan 1847.

l  AWAL ABAD KE-20
Pada periode ini dua organisasi di bentuk : Biro Anak di Winghiston dan Asosiasi Pusat Ibu Melahirkan di Kota New York. Kedua organisasi ini memiliki pengaruh besar pada perkembangan perawatan kesehatan maternal-bayi dan perawat-kebidanan.
Faktor perawatan obstetrik lain yang berperan dalam angka mortalitas ibu dan bayi pada saat itu adalah sebagai berikut ;
         1.    Masyarakat belum memandang rumah sakit sebagai tempat perawatan
               obstetrik sehingga sedikit rumah sakit yang dapat di gunakan sebagai
               penanganan kedaruratan.
         2.   Studi obstetrik tidak di identifikasikan sebagai komponen yang sangat
               penting dalam pendidikan medis.
         3.   Praktek obstetrik sebenarnya terbatas pada periode intrapartum dan pascapartum.
         4.   Undang-undang yang di terapkan pada perizinan praktik dan pengaturan bidan masih sedikit.
         5.   Belum ada sistem pendidikan terorganisasi bagi badan.
l  BIRO ANAK.
Pada tahun 1903,Lilian Wald, seorang perawat dan pendiri Henri Street Settlement dan Visiting Nurse Association di kota New York, menyarankan pembentukan Biro Anak. Kegiatan pertama Biro Anak ini meneliti kematian bayi yang menurut data statistik yang ada angka kematian bayi mencapai 124 per 1000 kelahiran hidup.
Biro Anak kemudian meneliti angka kematian ibu melahirkan dan menarik kesimpulan bahwa ternyata perawatan awal dan perawatan lanjutan merupakan langkah yang sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

l  MASALAH BIDAN.
Pada awal abad ke-20, muncul perdebatan tentang apa yang di kenal sebagai Masalah Bidan. Sebagian besar orang meyakini bahwa semua praktik kebidanan harus ditiadakan. Sebagian yang lain meyakini bahwa bidan dapat melakukan fungsi yang bermanfaat. Mereka yang memdukung bidan,merasa bahwa praktik kebidanan harus mendapat pelatihan, perizinan, dan pengawasan yang tepat.
Hasil dari perundang-undangan yang mengatur praktik kebidanan adalah beberapa sekolah kebidanan mulai didirikan. Sekolah yang dirancang untuk memberi pendidikan kepada bidan setempat guna memenuhi prasyarat praktik ini kemudian di tutup atas pemerintah komisaris rumah sakit di Kota New York, yang adalah seorang Dokter.
Tahun 1923 kursus kebidanan dimulai. Kursus ini yang pada akhirnya memiliki perawat praktik dan perawat berizin praktik sebagai mahasiswa.

PROGRAM PENDIDIKAN PERAWAT-KEBIDANAN PERTAMA
Sekolah Kebidanan Manhattan
          Sekolah yang pertama kali didirikan khusus untuk mendidik lulusan perawat yang ingin menjadi bidan adalah sekolah kebidanan Manhattan, dibuka di Kota New York pada tahun 1925.
          Sekolah Kebidanan Manhattan (The Manhattan Midwifery School) bergabung dengan The Manhattan Maternity and Dispensary, sebuah rumah sakit khusus yang memberi pelayanan maternitas. Pada saat itu sedikitnya ada 18 lulusan dari Sekolah Kebidanan Manhattan.

Sekolah Kebidanan Lobenstine
          Sekolah kebidanan Lobenstine dibentuk pada awal tahun 1931 oleh tiga anggota dewan kedokteran Asosiasi Pusat Maternitas dan direktur umumnya, yaitu Hazel Corbin, R.N. Ralph Waldo Lobenstine, M.D. ketua dewan Kedoketran MCA. Lobenstine bekerja tanpa kenal lelah untuk menyelesaikan pendirian pelayanan dan pendidikan perawat-bidan sampai ia meninggal pada tahun 1931. Keteguhan para anggota dan dukungan keuangan dari kelompok yagn terdiri atas 60 pasien dan teman-teman Lobenstine mengarahkan pendirian Lobenstine Midwifery Clinic, Inc pada bulan November 1931.
          Asosiasi pusat Maternitas dan klinik Kebidanan Lobenstine bergabung dibawah naungan dan pengawasan Asosiasi Pusat Maternitas. Pelayanan perawat-bidan yang diberikan melalui pelayanan klinik terdiri atas perawatan selama kehamilan dan pendidikan pasien di klinik tersebut, perawatan intrapartum dan pascapartum di rumah pasien, kecuali jika pasien harus menjalani rawat-inap di rumah sakit untuk alasan medis, dan check-up pascapartum.

Tahun 1940-an dan 1950-an
          Pada tahun 1940-an dan 1950-an muncul kebutuhan akan pelayanan perawat-bidan untuk berfungsi sebagai pendidikan dalam bidan keperawatan maternitas. Selain itu juga untuk melengkapi tenaga pelayanan keperawatan, melakukan pengawasan dan menempati posisi konsultan di departemen kesehatan negara dan internasional. Semua tanggung jawab pekerjaan ini kemudian di tambah lagi dengan kurangnya kesempatan perawat-bidan melakukan praktik maternitas sehingga timbul suatu keadaan yang sejumlah besar lulusan baru perawat-bidan tidak melakukan praktik klinik perawat-kebidanan yang sesungguhnya.

Tahun 1960-an
          Kesempatan untuk melakukan praktik klinik perawat-kebidanan masih sangat terbatas bagi lulusan perawat-bidan pada awal tahun 1960-an. Hanya dua negara dan satu kota yang secara hukum mengakui praktik perawat-kebidanan pada saat itu.
          Oleh karena itu, sebagian besar lulusan pada masa tersebut lebih memilih pekerjaan seperti perawat pendidik, pengawas, administrator, atau menempati posisi konsultan di lapangan pekerjaan terkait. Dari situasi ini muncullah kebutuhan untuk menyelenggarakan penyegaran-kembali program bagi perawat-bidan yang ingin kembali melakukan praktik klinik perawat-kebidanan. Namun, kurang dari satu dekade kemudian pelayanan maternitas dalam bentuk praktik berkembang pesat.
          Perkembangan kesempatan untuk melakukan praktik klinik perawat-kebidanan tetap berjalan lambat hingga menjelang akhir tahun 1960-an, dengan hanya sedikit area pemanfaatan praktik perawat-bidan dan perawat-bidan yang tersisa memberi kontribusi terhadap pelayanan kesehatan ibu-bayi di lapangan kesehatan terkait.                 
          Sejumlah tantangan turut memberi andil dalam perkembangan praktik dan pendidikan yang masih sangat lamban ini. Tantangan terbesar diantara sejumlah tantangan tersebut adalah masih adanya pemahaman yang keliru dan stereotip yang berkaitan dengan perawat-bidan. Semua ide yang salah ini menimbulkan sikap bermusuhan yang ditunjukkan oleh beberapa profesional kesehatan. Pada saat yang sama, beberapa profesional lain semakin yakin dan turut mendukung perkembangan perawat-kebidanan. Sikap permusuhan dan dukungan ini muncul dari kedua kelompok kolega tenaga kesehatan profesional yang sering bekerja sama dengan perawat-bidan, yaitu dokter dan perawat.
          Berikut adalah beberapa pemahaman yang keliru dan stereotip yang sering terdengar selama masa yang menghambat perkembangan perawat-kebidanan pada tahun 1960-an juga data fakta yang tersedia pada waktu tersebut.
·         Stereotip : Semua bidan sama. Sering kali, jika hanya terdengar atau digunakan kata bidan dan bukan kata perawat-bidan, akan menimbulkan citra negatif. Citra ini sebenarnya mengandung pengertian hati yang baik, penuh rasa sayang, tetapi memberi kesan bidan yang tidak terlatih, yang merupakan sejarah masa lampau atau yang saat ini bekerja di area pedalaman Selatan. Kesan lain yang muncul adalah mereka membantu persalinan di rumah bagi pasien yang tidak mempercayai sistem pelayanan kesehatan saat ini.
·         Fakta : Nama perawat-bidan sebenarnya menjelaskan dengan tepat siapa dan apa perawat-bidan. Kata perawat mengungkapkan pengakuan terhadap pendidikan yang merupakan prasyarat dalam keperawatan, membedakan perawat-bidan dari bidan tradisional atau modern, juga menjamin kesinambungan penekanan pendidikan, dukungan, dan konseling kepada pasien. Kata bidan menunjukkan spesialisasi tambahan dan fungsi perawat-bidan, yang mencirikan fokus media pada obstetrik normal, dan merupakan jati diri perawat-bidan dalam lingkup kesejawatan perawat-bidan profesional seluruh dunia.
·         Pemahaman yang keliru : Perawat-bidan mencoba menjadi “dokter kecil.”
·         Fakta : Perawat-kebidanan adalah sebuah profesi dengan definisi jelas. Pada kenyataannya, kurangnya penerimaan selama bertahun-tahun, baik oleh profesi kedokteran maupun keperawatan, mengandung arti bahwa profesi perawat-bidan hanya menarik bagi sebagian orang yang memiliki dedikasi sangat tinggi dan berkomitmen penuh memberi sumbangsih terhadap perkembangan dan penyediaan pelayanan kesehatan ibu-bayi dalam kapasitas yang mereka miliki.

Tahun 1970-an
          Pada akhir 1960-an dan awal tahun 1970-an, semua hal berubah. Tiba-tiba perawat-bidan bukan saja dapat diterima, tetapi lebih dari itu mendapat permintaan berlebihan utnuk bekerja sebagai tenaga pelaksana dan bahkan dipersalahkan karena jumlahnya kurang untuk memenuhi tuntutan pada saat itu. Akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an merupakan kurun waktu perkembangan pesat perawat-bidan bersamaan dengan peningkatan pelayanan perawat-bidan dan program pendidikan yang tersebar luas selama dekade tersebut.
          Faktor-faktor yang turut berperan dalam perkembangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam program pendidikan perawat-kebidanan dan tempat praktiknya adalah :
1.   Pengakuan resmi oleh organisasi obstetrik.
2.  Peningkatan yang terlihat dan keterlibatan pergerakan wanita dan feminisme, yang meningkatkan perasaan harga diri dan rasa percaya diri setiap wanita.
3.  Pengakuan oleh konsumen
4.  Penggunaan tenaga perawat-bidan pada proyek-proyek yang didanai negara.
5.  Kurangnya spesialis kebidanan dan kecilnya jumlah pelaksana umum yang dapat melakukan tindakan obstetrik menunjukkan kurangnya sumber daya manusia selama kurun waktu itu.
6.  Di setiap pelayanan kesehatan tempat perawat-bidan bekerja, dan dalam konsep tim, berhasil menurunkan setengah jumlah kematian bayi di Kota Holmes, Mississippi pada awal tahun 1970-an (30)
7.  Pelibatan perawat-bidan dalam pelayanan kesehatan interkonsepsi (seperti Keluarga Berencana, seksualitas manusia, dan skrining ginekologi) dan dalam perawatan bayi baru lahir, termasuk peningkatan rasa percaya diri menjadi orang tua.
          Praktik mandiri perawat-bidan pertama kali didirikan pada awal tahun 1970-an. Dengan konsumen menemukan pelayanan perawat-bidan, berkembang lah bentuk praktik mandiri. Maka pemahaman keliru lain, yang sebelumnya menghambat mulai gugur :
·         Pemahaman yang keliru : Perawat-kebidanan adalah perawatan kelas dua bagi masyarakat kelas kedua.
·         Fakta : Pada pertengahan tahun 1970-an, perawat-bidan mulai menjalankan praktik bersama dokter di seluruh negara melayani pasien kelas menengah dan kelas atas.
          Pemahaman yang keliru muncul dari kenyataan bahwa praktik perawat-bidan selama bertahun-tahun sebagian besar dilakukan di pusat-pusat kesehatan utama dan rumah sakit kota dan memberi pelayanan medis kepada kelompok fakir miskin atau di area pinggiran kota dengan hanya beberapa dokter saja.
          Selama tahun 1970-an, perawat-bidan tidak hanya diterima dalam masyarakat, tetapi juga sangat dibutuhkan. Setelah perjuangan bertahun-tahun untuk bisa diterima, saat ini perawat-bidan menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan tenaga perawat-bidan yang masih kurang.
          Kebidanan tradisional berkembang pada tahun 1970-an sebagai respons terhadap kelompok masyarakat yang tidak puas dan kemudian ingin melahirkan bayinya di luar rumah sakit. Beberapa bidan tradisional lebih menyukai menyebut diri mereka bidan tradisional, bidan komunitas, bidan empiris, atau bidan mandiri. Istilah direct entry midwives pertama kali digunakan di Inggris beberapa tahun yang lalu. Artinya, bidan ini bukan perawat, tetapi ia menyelesaikan program pendidikan formal yang membuatnya diakui sebagai perawat-bidan profesional yang memiliki surat pengakuan dan mengikuti aturan yang ditetapkan secara profesional.
Tahun 1980-an
          Pada tahun 1980-an, perawat-bidan melakukan praktik mencakup seluruh rentang area yang mungkin dimasuki dari klinik dan program yang didanai pemerintah sampai HMO dan rumah sakit.
          Pada akhir tahun 1970-an dan menjelang awal 1980-an terlihat perkembangan pesat pusat persalinan diluar rumah sakit dengan Maternity Center Association sebagai penggeraknya.
          Bidan tradisional mengatur diri mereka sendiri pada tahun 1982 dengan membentuk Midwives Alliance of North America (Mana) dengan melibatkan bidan di Kanada dan Meksiko juga bidan di Amerika Serikat. MANA kemudia mendirikan Interim Registry Board (IRB) pada tahun 1986 dengan tujuan menyelenggarakan suatu penilaian dan mempertahankan keanggotaan bidan yang lulus dalam penilaian tersebut. Kemudian secara perlahan IRB berpisah dari MANA dan bergabung menjadi North American Registry of Midwives (NARM). Pada tahun 1991.
Tahun 1990-an dan awal 2000-an
          Awal tahun 1990-an menjadi saksi lonjakan pertumbuhan program pendidikan perawat-bidan. Hal ini terjadi sebagian disebabkan pengakuan negara terhadap kualitas dan keefektifan pelayanan perawat-bidan dan anggaran yang diberikan negara untuk mendanai program tersebut.
          Sistem pelayanan kesehatan mulai berkembang dalam arahan managed care pada awal 1990-an. Sekali lagi perawat-bidan menemukan bahwa mereka masih harus berjuang mendapatkan pengakuan, dan aspirasi mereka, baik pada lingkup nasional maupun lokal, bisa mempengaruhi keputusan yang berkenaan dengan pelayanan kesehatan dan praktik perawat-bidan.
          ACNM Divition of Accreditation (DOA) merupakan divisi yang pertama kali diakui oleh U.S. Departmenet of Education (USDOE) sebagai badan akreditasi nasional pada tahun 1982. Pengakuan tersebut telah diperbaharui sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh USDOE sebelumnya.
          Pada tahun 1994, sebagai respons terhadap permintaan dari lembaga perundang-undangan negara, ACNM mengambil sikap tegas dalam menetapkan standar surat pengakuan terhadap bidan yang bukan perawat. Tindakan ini segera mendorong peningkatan penggunaan banyak tenaga perawatan kesehatan profesional berlisensi, yang sebagian besar adalah asisten dokter, untuk melaksanakan praktik kebidanan tanpa persiapan pendidikan ataupun izin untuk melakukan peran ini.
          Program pendidikan pertama bagi bidan bukan perawat yang telah menjalani praakreditasi oleh ACNM DOA dimulai pada tahun 1996. program ini meluluskan siswanya pertama kali pada tahun 1997, dan pada tahun 1999 program tersebut sudah mendapat akreditasi penuh. Pada saat yang sama, Widwefery Education and Accreditation Council (MEAC), yang sudah berubah dari gerakan kebidanan tradisional pada tahun 1970-an dan 1980-an, mengatur dan mengukuhkan dirinya hanya pada pengakreditasian pendidikan bidan jalan-masuk-langsung bukan perawat pada siklus maternitas dan praktik diluar rumah sakit-khususnya persalinan dirumah MEAC telah melaksanakan dan menerima pengakuan dari Departement Pendidikan Amerika Serikat sebagai badan yang melakukan akreditasi pada bulan Januari 2001.
          Kebidanan yang telah memiliki izin pada permulaan tahun ini mengarahkan kedua jenis perawat dan dua tipe bukan-perawat-direct entry untuk menjadi bidan bersertifikat (CNM, CM, CPM) dengan proses pendidikan yang berbeda dan dua ruang lingkup praktik yang berbeda, tetapi setelah mendapat penjelasan yang tepat sehingga dapat membedakannya dengan bidan tradisional yang tidak memiliki surat izin.

1 komentar:

nuke dyah paramitha mengatakan...

tidak ada daftar pustakanya

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates