Rabu, 02 Januari 2013

Deteksi Alergi Anak

Kapan Alergi Anak Bisa Dideteksi?


Selain faktor keturunan, alergi pada anak juga bisa disebabkan paparan terlalu banyak jenis makanan pada usia kelewat dini. Bagaimana mendeteksi alergi anak?

Berdasarkan cara masuknya ke dalam tubuh, faktor penyebab alergi bisa dibagi menjadi 5 bagian, yaitu melalui jalan napas (dihirup), saluran cerna, suntikan, kontak dengan kulit, dan melalui rangsangan fisik.

Agar alergi tidak membahayakan anak, ini cara mendeteksi bakat alergi pada anak.

- Alergi bisa dideteksi sejak si kecil dalam kandungan. Nah, terlalu banyak bergerak di dalam rahim merupakan salah satu penanda anak Anda menderita alergi.
Jadi, ibu hamil dan menyusui yang memiliki bakat alergi sebaiknya menghindari bahan-bahan penyebab alergi, termasuk asap rokok.

- Setelah usia tertentu, Anda bisa mendeteksi jenis alergi anak dengan cara melakukan sejumlah tes, seperti tes laboratorium, rontgen, tes faal paru, serta tes kulit oleh dokter ahli.

- Sebelum pergi ke dokter, alergi bisa diatasi dengan mengoleskan salep atau mengonsumsi obat antihistamin (anti alergi). Konsultasikan pada dokter, jika Anda ingin menyimpan cadangan obat di rumah.

- Jangan obati alergi dengan cara membiasakan tubuh mengonsumsi faktor penyebab alergi. Walau sekali waktu gejala alergi tidak timbul, bakat alergi tak dapat lenyap sepenuhnya. Dikhawatirkan, karena kadar Imunoglobulin E semakin tinggi, gejala alergi di kemudian hari bertambah berat.

- Bekali anak dengan kartu informasi tentang faktor-faktor penyebab alergi (terutama alergi obat-obatan) ke mana pun ia pergi. Di luar negeri, penderita alergi obat mengenakan gelang khusus berisi daftar obat-obatan penyebab alergi.

- Jika diperlukan, bisa dilakukan imunoterapi, yaitu pemberian suntikan secara berkala, untuk mengurangi penolakan tubuh terhadap faktor alergen. Jenis pengobatan terbaru yang masih diteliti adalah terapi gen.

Template by:

Free Blog Templates